on September 30, 2008 by nyenius in Blog, Comments (6)
Siksaan Tukang Main Cinta
Current Mood:
Sad &
My Humble
Yap, tambah lagi seri tulisan memuakkan tentang cinta....
No play...
"Lo jangan suka maenin perasaan perempuan", ujar Bang Jack. "Emang kenapa?", tanya Barong. "Entar lo dimaenin sama perasaan lo sendiri" "Kapan?",tanya Barong lagi. "Setiap saat." jawab Bang Jack.
Itulah sepenggal dialog yang gue kutip dari sinetron Para Pencari Tuhan. Ketika tokoh Bang Jack ditanya kenapa, gue penasaran sama jawabannya, masa iya sih dia bakal jawab kayak jawaban ABG kebanyakan; ‘entar lo balik dimaenin orang’, ato ‘entar adek/kakak perempuan lo dimaenin orang’. Ternyata jawabannya sangat bijak dan mengena “Entar lo dimaenin sama perasaan lo sendiri“. Sejauh yang gue tau, itu jawaban yang paling mengena.
Izinkan gue bercerita, tapi harap ceritera ini jangan disalah-artikan :P, dan gue menceritakan ini tidak dalam konteks bangga. Gue pribadi pernah mendua-kan wanita, berkomitmen dengan orang lain, dalam kondisi udah lebih dulu berkomitmen dengan yang lain. Kedengerannya enak, asik, dan cihuy, padahal rasanya tepat seperti jawaban tokoh Bang Jack tadi, gak habis-habisnya gue dipermainkan perasaan gue sendiri. Ketika bersama si A, terpikirlah dikepala ini si B, pergilah bersama si B, si A masih berputar di kepala. Batin tercabik-cabik, hati rasa terbelah-belah. Bahkan kebaikan pun terasa seperti siksaan. Ketika si A berbuat sesuatu yang tulus dan baik untuk gue, duh yang terasa harusnya senang dan haru, ini malah rasanya dada kayak di remes-remes oleh rasa bersalah. Pikiran berputar-putar; harus gimana-harus gimana, siang malam kepikiran bolak balik. Ketika kita bersama seseorang tapi yang kepikiran orang lain, bukankah itu siksaan?!
Dan juga jawaban yang gue bilang jawaban anak ABG itu sangat berbau ‘hukum karma’, yang mana di Islam setau gue tidak mengenal hal tersebut. Di Islam lebih langsung, siapa yang berbuat dia yang bakal menangguk sendiri akibatnya. Sebagaimana difirmankan Allah dalam Qur’an, surah Al-Zalzalah ayat 7-8:
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”**
**Note, terjemahan disalin dari buku tafsir ‘Al-Qur’an dan Terjemahannya’, terbitan 18 Mei 1998
Bagian dari seri tulisan : Tulisan Memuakkan Tentang Cinta
Tulisan lainnya: - Bicara Cinta
- Keperawanan Cinta
- Siksaan Tukang Main Cinta (this post)
Tags: thoughts


nyurian
September 30, 2008 @ 3:56 am
makanya, jangan mao di permainin perasaanluw ndiri…
;)
nazla
September 30, 2008 @ 4:19 am
pengakuan elu ini yg gw tunggu selama bertaun2, ba.
ritchie
September 30, 2008 @ 8:53 am
..lu ngeduai..tuh cewe dua duanya..ato salah satunya aja yang cewe..
Aves
September 30, 2008 @ 3:43 pm
ko gambarnya Rossi lagi terbang sih :D
Baru punya Pacar 2 aja udah repot apalagi punya bini 2 ya… LEMESSS… Hahahaha
http://reekoheek.wordpress.com/
October 1, 2008 @ 12:25 am
pengen muntah :(
rEd LabeL
October 7, 2008 @ 9:36 am
mANa n9ErTi ‘rAJa miNYak’ soAL peRasAAn..
paLin9 TaHU nya sOaL unTun9 Ru9i.. :P