on August 7, 2004 by nyenius in Puisi Cinta Nyenius, Comments (0)
Ruangmu
kutepuk dada yang sakit
berat
kumuntahkan masa lalu-masa lalu
waktu-waktu bersamamu
waktu-waktu aku memandangmu
berat
ada luka yang berpijar
ada jendela yang terbuka lagi
ada gelora yang membakar lagi
tapi lelaki ini akan tersenyum
memanggil namamu dengan
satu lambaian tangan
lalu kuringkas semua masa lalu
dalam satu tarikan nafas
ia masih merindukanmu
menggambar wajahmu masih
pada langit yang kupandangi
kesadaran yang terlambat
datang tepat di jidat:
ruangmu belum tertutup juga.
11:44 02/02/03
Tags: puisi patah hati

No Comments
Leave a comment