on March 14, 2009 by nyenius in Blog, Comments (1)
Common Errors in Heterosexual Special Relationships
Generalizations
Generalisasi, ini bisa jadi masalah komunikasi yang cukup serius dan bisa jadi masalah ribet yang gak jelas. Ungkapan seperti: “Kamu gak pernah mau jemput aku lagi.” Cobalah telaah lagi kata-kata NGGAK PERNAH lagi jemput lo. Umumnya sih timbul reaksi “Sejak kapan? Waktu ini-itu aku jemput kamu kan? Bla bla bla”, bla bla bla disitu biasanya gak penting, cuma efek defense lanjutan aja.
Me or your friends
Ada dua kasus disini. Satu, terkadang, –kayaknya seringnya cewek- memaksa pasangannya buat memprioritaskan dirinya ketimbang temen-temen pasangannya, ekstrimnya ngasih ultimatum. Kedua, kadang seseorang tidak nyaman kalo diajak ngumpul bareng temen-temen pasangannya, dan pasangannya maksa, kalo nggak dipandang negatif karena nggak bisa bergaul sama temen-temen doi.
Listen to my story, no, you listen to mine..
Berebut perhatian dan penghargaan antar satu sama lain, ini juga bisa jadi masalah. Apalagi kalo pasangan itu sama-sama pusat perhatian atau sama-sama ‘orang yang dipandang’ di lingkungannya, dua-duanya ingin dipuja oleh pasanganya. Ribet deh.
What’s your mail password..
Menjadi masalah tatkala pasangannya kelewat posesif (atau memang pasangannya bajingan?) dan menuntut akses ke inbox email dan sms.
Physical Contact
Alasan klise-nya, “aku pengen menyayangi kamu lebih dari kata-kata…” Ato, “ini yang terakhir kalinya sebelum kita putus….”
Marry me, marry me, marry me…
Sudah jelas.
So what should we do about it? Don’t ask me, I’m just making a list here…

Aves
March 14, 2009 @ 4:50 pm
Hmmm, seperti sebuah pengalaman yang menarik :D