on July 24, 2009 by nyenius in Puisi Cinta Nyenius, Puisi Nyenius, Comments (0)
Dambaanku, dambaanku
luruh semua beban di dada
saat kutiupkan huruf-huruf
yang membentuk namamu
diujung bibirku
hilang segala kelu
dan hadir segala rindu
Stasiun ini dingin
lampu-lampu berwarna sephia
aku membeku
dambaanku
jawablah sapaku,
tolehlah wajahku,
mataku yang berharap
dunia bergerak perlahan
orang-orang bicara dalam dengung
aku lihat pundakmu
menjulang seperti gunung tinggi
begitu jauh
dambaanku,
dengarlah suaraku
tak bisa kusebut namamu
lebih keras lagi
tak bisa kuulang keberanian
memulai sapaan
dan kau bergerak
bersama orang-orang
menuju kereta yang
berdengking.
aku lihat bahumu,
asap kereta,
dan jarak yang semakin lebar
dambaanku,
dijendela gerbong kau duduk
tersenyum bicara pada orang disamping
dan kau menoleh keluar, tepat pada mataku.
Kau tertegun,
dan roda kereta mulai berputar maju

No Comments
Leave a comment