on August 2, 2004 by nyenius in Puisi Cinta Nyenius, Comments (3)
Dara yang Mengangguk
Dara yang mengangguk
Tiap langkahnya menguraikan
jejak-jejak rindu
Meninggalkan kabut yang
menyekat peredaran darahku
Tersenyum berkilau,
ah sayang aku sedang tak
menuruti hati ini sepenuhnya
Kau takkan kukejar,
biar kudamba sejenak
lantas kulupa
Tetaplah tersenyum
dan aku hanya tertawa
melihatmu diboyong orang
Gadis yang menunduk malu
Kenapa begitu!
Jangan malu atas dirimu,
kaulah yang merebut mistik
gelap malam
kau juga yang mencuri keriangan
siang
Kebodohanlah bagi hati ini
yang tak beranjak menghampirimu.
02 Aug 2004
Tags: puisi cinta

tapuy
August 2, 2004 @ 8:32 pm
ugh! untuk kau, dara yang malu-malu….tegakkan kepalamu, hadapi dunia! dan satu! pilih jalanmu sendiri! dobrak segala batas, kecuali agama! hueiauhiuea aing jadi emosi kieu ,, hehehe sorry Ba’ urang jadi inget ka hiji awewe hehehe..
Toba
August 2, 2004 @ 8:32 pm
Eduuuunnnnn! Hahahahahahaha I c i c…
Morning Sunshine
November 23, 2009 @ 6:38 am
tdk di kejar karna daranya terbang tinggi ya?