<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nyenius.Com</title>
	<atom:link href="http://nyenius.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nyenius.com</link>
	<description>Don&#039;t Panic</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Jan 2012 14:40:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Swollen Foot</title>
		<link>http://nyenius.com/2012/01/09/5317/swollen-foot-4/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=swollen-foot-4</link>
		<comments>http://nyenius.com/2012/01/09/5317/swollen-foot-4/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 14:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/2012/01/09/5317/swollen-foot-4/</guid>
		<description><![CDATA[Di atas plafon kamar saya, hidup dengan sentosa sekawanan lebah madu. Yang setiap pagi senantiasa muncul ke dalam kamar melalui celah lampu downlight kamar. Entah karena terganggu oleh terik lampu TL, entah mereka tersesat oleh berkas cahayanya. Dan di pagi itu, hari Minggu, ketika saya berjalan ke dapur. Rasa nyeri mendadak menjalar dari ujung telapak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di atas plafon kamar saya, hidup dengan sentosa sekawanan lebah madu. Yang setiap pagi senantiasa muncul ke dalam kamar melalui celah lampu <em>downlight</em> kamar. Entah karena terganggu oleh terik lampu TL, entah mereka tersesat oleh berkas cahayanya.</p>
<p>Dan di pagi itu, hari Minggu, ketika saya berjalan ke dapur. Rasa nyeri mendadak menjalar dari ujung telapak kaki kanan saya. Seekor lebah yang tergeletak di lantai dapur, tanpa sengaja terinjak oleh saya.</p>
<p>Sehari, dua hari, kaki yang terantup lebah tersebut semakin membengkak dan terasa nyeri saat berjalan. Ketika saya duduk, mengelus-elus kaki yang bengkak, terasa bagian itu lebih hangat dari yang lain. Saya sentuh dengan telapak dan bahu tangan. Timbul rasa sayang yang spesifik terhadap bagian tubuh yang sehari-hari hanya digunakan, tanpa pernah terlalu peduli dengannya.</p>
<p>Saya bertanya sendu; &#8220;<em>Are your sick, my dear foot? Are you tired?</em>&#8220;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2012/01/09/5317/swollen-foot-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetapi Kita Pergi</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/12/08/5307/tetapi-kita-pergi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tetapi-kita-pergi</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/12/08/5307/tetapi-kita-pergi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 20:08:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta Nyenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5307</guid>
		<description><![CDATA[Andai kau gigih mempertahankan hijau cemara rasa atasku mungkin tidak begini jalannya novel kita satu-dua kecup harusnya bertukar tutur canda dan tangis amarah mungkin saling berserah andai aku sedikit bersabar menapaki langkah-langkah menujumu mungkin penyesalan menjadi tawa dan namamu tidak hanya terbayang bila saja kita bertahan disitu pada titik stagnan tanpa arah tidak begini, tentu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andai kau gigih<br />
mempertahankan hijau cemara rasa<br />
atasku</p>
<p>mungkin tidak begini<br />
jalannya novel kita<br />
satu-dua kecup harusnya bertukar<br />
tutur canda dan tangis amarah<br />
mungkin saling berserah</p>
<p>andai aku sedikit bersabar<br />
menapaki langkah-langkah<br />
menujumu</p>
<p>mungkin penyesalan menjadi tawa<br />
dan namamu tidak hanya terbayang</p>
<p>bila saja<br />
kita bertahan disitu<br />
pada titik stagnan tanpa arah</p>
<p>tidak begini,<br />
tentu tidak begini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/12/08/5307/tetapi-kita-pergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haazaa min &#8216;indi Robbii</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/12/08/5302/haazaa-min-indi-robbii/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=haazaa-min-indi-robbii</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/12/08/5302/haazaa-min-indi-robbii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 17:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[goitgoit]]></category>
		<category><![CDATA[online seller]]></category>
		<category><![CDATA[zippo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5302</guid>
		<description><![CDATA[&#160; MAT Goitgoit ID-ZIPPO &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nyenius.com/wp-content/uploads/kaos.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-5303" title="kaos" src="http://nyenius.com/wp-content/uploads/kaos-1024x768.jpg" alt="Kaos-kaos" width="595" height="446" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<table width="90%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;" width="30%"><a title="Motahari Adventure Team" href="http://www.mat.web.id" target="_blank">MAT</a></td>
<td style="text-align: center;" width="30%"><a title="Goitgoit online seller power tool" href="http://www.goitgoit.com" target="_blank">Goitgoit</a></td>
<td style="text-align: center;" width="30%"><a title="Indonesian Zippo Club" href="http://www.id-zippo.com" target="_blank">ID-ZIPPO</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/12/08/5302/haazaa-min-indi-robbii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktu Pertama Beli Zippo dari Luar Negri</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/11/29/5287/waktu-pertama-beli-zippo-dari-luar-negri-8/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=waktu-pertama-beli-zippo-dari-luar-negri-8</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/11/29/5287/waktu-pertama-beli-zippo-dari-luar-negri-8/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 06:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[beli barang dari luar negri]]></category>
		<category><![CDATA[jualan zippo online]]></category>
		<category><![CDATA[zippo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/2011/11/24/5287/waktu-pertama-beli-zippo-dari-luar-negri-8/</guid>
		<description><![CDATA[Saya penjual Zippo online di forum kaktus dan pemilik TokoZippo. Zippo yang saya jual langsung didatangkan dari U.S. And that&#8217;s where the problem begins. Saat itulah ketika saya bertemu wajah dengan bea cukai dan kantor pos Indonesia. Ketika saya diakali oleh calo cukai yang mengaku sebagai petugas resmi, saya senewen dan takut. Saya ditawari untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya penjual Zippo online di forum <a href="http://kaskus.us">kaktus</a> dan pemilik <a href="http://tokozippo.com">TokoZippo</a>. Zippo yang saya jual langsung didatangkan dari U.S. <em>And that&#8217;s where the problem begins</em>. Saat itulah ketika saya bertemu wajah dengan bea cukai dan kantor pos Indonesia.</p>
<p>Ketika saya diakali oleh calo cukai yang mengaku sebagai petugas resmi, saya senewen dan takut. Saya ditawari untuk tidak usah membayar cukai yang dikenakan atas paket saya, alih-alih membayar ke kantor cukai, saya diminta membayar ke calo itu. Yang pada akhirnya, saya tahu bahwa itu 1000% bullshit. Bahwa sesungguhnya pajak paketnya di markup terlebih dulu, sehingga hadir ke saya sudah dua kali lipatnya.  Sebetulnya pajak saya tetap dibayarkan, dan bonusnya kena palak calo.</p>
<p>Takut, karena saya paling benci peristiwa uang haram dalam proses bisnis. Karena saya sudah punya anak dan sangat memikirkan bagaimana kalau uang itu menjadi daging anak saya. Saya benci membayar lebih orang yang memang sudah dibayar untuk melakukan tugasnya.</p>
<p>Dan saya shalat istikharah, apakah harus lanjut menjalankan jual Zippo, atau berhenti seketika. Kondisi saat itu benar-benar membingungkan dan pikiran saya tersita pada plihan itu. Mungkn karenanya Tuhan cepat memberikan jawaban.</p>
<p>Subuh itu ketika saya tidur, saya memimpikan diri saya turun dari eskalator dengan tangan terbentang membawa dua buah Zippo di kanan dan kiri. Saya terbangun dan terkesiap. Apa artinya?</p>
<p>Sebetulnya saya tidak siap jika artinya adalah &#8220;teruskan jualan Zippo&#8221;. Karena saat itu saya tidak tahu bagaimana menangani proses tidak mengenakkan di cukai. Tapi saya sudah bertanya, dan jawaban sepertinya sudah ada. Kalau dipkir secara netral sat itu, saya anggap jawabannya seperti yang saya tidak mau; lanjutkan.</p>
<p>Ok, kalau jawabannya lanjutkan, saya kembali bertanya-tanya; lanjutkan dengan proses busuk ini, atau bagaimana? Dua hari setelah istikharah pertama, saya istikharah lagi. Kali ini pertanyaannya: gak apa-apa diterusin proses busuk ini, atau cari cara lain?</p>
<p>Kali kedua, saya tiak mendapatkan mimpi apa pun, tidur saya tenang, tanpa mimpi. Keesokan paginya, ketika saya menjaga toko furniture ayah saya, datang seorang pelanggan. Seperti yang lainnya, dia menanyakan harga lemari, kursi dan lain sebagainya, pada sesi tawar-menawar, saya ajak dia duduk, dan kami ngobrol panjang lebar.</p>
<p>Kesan pertama saya terhadap orang ini berbalik 100% setelah obrolan dimulai. Orang ini kulitnya gelap, memakai celana pendek, kaos, memiliki tato di lengan, dan menggunakan gelang kaki berwarna chrome. Saya pikir he&#8217;s just another <strong>man</strong> in the world. Apalagi ketika dia bilang bahwa dia adalah seorang pelaut, saya langsung tersenyum, mengingat dua obrolan saya dengan dua orang pelaut lain sebelumny (it&#8217;s full with <em>men&#8217;s adventure</em> i may say).</p>
<p>Lantas dia bicara agama, halal haram, menkelaskan tato dan gelang kakinya. Saya terperangah. Tidak sampai disitu, dan dia bicara tentang sperma! Dia bertanya apakah saya sudah menikah, saya jawab sudah. Dan kembali dia bertanya: &#8220;kamu tahu apa yang menyebabkan mundurnya umat Islam sekarang ini?&#8221; Saya menjawab dalam hati dengan suatu jawaban yang umum untuk pertanyaan klise itu, tapi yang terucap &#8220;apa tuh pak?&#8221;</p>
<p>&#8220;karena dari awalnya sudah salah&#8221;, saya tertegun, menanti kelanjutan kalimatnya.<br />
&#8220;Karena kebanyakan, ketika Sedng bersenggama, dalam proses bikin anak, ketika sperma kita ngecrit ke dalam rahim istri kita lupa mengucap satu hal&#8230;&#8221;, saya bengong, gak nyangka dengan pemilihan kata orang itu.<br />
&#8220;Kita lupa sekedar mengucap alhamdulillah&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8216;Sudah salah dari awalnya&#8217;, itu kalimat yang benar-benar tertancap dalam kepala saya. Saya tidak tahu kenapa tapi kata-kata itu betul-betul paling berkesan dalam obrolan itu. Saya tidak ingat akan istikharah, saya anggap dialog dengan orang itu adalah pencerahan yang tidak berhubungan dengan pertanyaan kedua saya.</p>
<p>Siangnya saya berangkat ke kampus, kuliah. Sorenya setelah selesai kelas, tidak biasanya seorang dosen ikut nongkrong bersama saya dan teman-teman. Kaeena yang lain sibuk main remi, dosen itu ngobrol panjang lebar dengan saya. Diulai dengan basa-basi, hingga akhirnya dia bercerita panjang lebar mengenai penyebab cacat pada mata kirinya, yang tidak bisa melihat. </p>
<p>Obrolan itu mnegalir sampai ada kalimat yang menendang ulu hati saya. Yaitu, &#8220;Dalam keadaan susah, setelah koma selama enam bulan, tidak tahu nasib pekerjaan saya, tidak bisa berbicara lancar, Bahkan beberapa memori di kepala hilang. Satu hal yang membuat saya tenang menghadapi semuanya. Karena sejak awal saya tidak pernah ingin berbuat jahat kepada orang lan, dan saya betul-betul menjalankan itu. Jadi saya yakin Tuhan akan membantu saya, mungkin melalui orang-orang disekitar saya&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Karena sejak awal&#8230;.&#8221;, kalimat itu diucapkan ringan saja, tapi terasa seperti menendang ulu hati saya. Dan saya mulai bertanya-tanya tentang dua diskusi yang aneh hari ini, saya mulai ingat istikharah pertanyaan kedua saya: melanjutkan dengan cara salah, atau bertahan pada prosedur yang benar?</p>
<p>Saya pulang dengan kepala mengawang-awang. Mencoba mencari benang merah dari dua obrolan yang tidak biasa sensasinya pada hari ini. Sampai keesokan harinya, baru saya sadar bahwa benang merahnya ada pada: mulailah dengan benar. Ini jawaban pertanyaan kedua! Dan juga kebetulan jawaban yang sebetulnya tidak saya inginkan. Karena saya pikir itu akan sulit, dan saya tidak tahu harus bagaimana.</p>
<p>Tapi jawaban sudah keluar, sisanya terserah saya memilih yang mana. Tiap-tiap jalan punya konsekuensinya sendiri. Dengan bismillah, saya ikuti petunjuk jawaban tersebut&#8230;</p>
<p>Dan sampailah pada hari ini, ketika 100% dari 4 paket import saya hilang entah dimana, dengan nilai yang tidak sedikit juga. Setelah dua tahun melakoni jual-beli Zippo hasil import, rasanya muak menghadapi masalah yang sama, yang bahkan sepertinya semakin parah dari yang sebelumnya.</p>
<p>I don&#8217;t know, maybe i&#8217;m just tired&#8230;.</p>
<p>**Ya saya adalah seorang bocah naif yang masih percaya bahwa bisnis harus dilakukan dengan bersih dan tanpa suap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/11/29/5287/waktu-pertama-beli-zippo-dari-luar-negri-8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengantin Baru</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/11/21/5277/pengantin-baru/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pengantin-baru</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/11/21/5277/pengantin-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 19:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Katarsis Nyenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5277</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Dan setelah panggung dangdut selesai. &#160; &#160; &#8212;&#8212;&#8211; 21/nov/2011]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Dan setelah panggung dangdut selesai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>21/nov/2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/11/21/5277/pengantin-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Caraku dan Caramu: Preferensi Pribadi</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/11/05/4165/caraku-dan-caramu-preferensi-pribadi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=caraku-dan-caramu-preferensi-pribadi</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/11/05/4165/caraku-dan-caramu-preferensi-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 18:11:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[yang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/2010/11/05/4165/preferensi-pribadi/</guid>
		<description><![CDATA[Cara bertindak, bahasa, menjadi kulit terluar manusia dalam mempresentasikan bagian dalam dari diri mereka. &#8216;Kualitas&#8217; tampilan tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis mereka. Mereka bisa berbicara tegas dan jelas atau melantur. Bisa rasional atau irrasional, tergantung keadaan batin dan kontrol atas diri sendiri. Terkadang kita dipenuhi dengan prasangka atau dilain waktu bisa menjadi sangat adil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cara bertindak, bahasa, menjadi kulit terluar manusia dalam mempresentasikan bagian dalam dari diri mereka. </p>
<p>&#8216;Kualitas&#8217; tampilan tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis mereka. Mereka bisa berbicara tegas dan jelas atau melantur. Bisa rasional atau irrasional, tergantung keadaan batin dan kontrol atas diri sendiri. Terkadang kita dipenuhi dengan prasangka atau dilain waktu bisa menjadi sangat adil dan berhati-hati.</p>
<p>Seringkali perbedaan cara ini yang membelokkan pandangan dari tujuan yang sesungguhnya, yang seringkali sebenarnya sama.</p>
<p>Semua orang ingin dimengerti dan karenanya mereka terus bicara. Lupa untuk mendengarkan. Kebanyakan orang berusaha mempengaruhi dan menolak pengaruh.</p>
<p>Ah kampret..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/11/05/4165/caraku-dan-caramu-preferensi-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Dari Tengah Tangga</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/11/01/5262/pandangan-dari-tengah-tangga/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pandangan-dari-tengah-tangga</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/11/01/5262/pandangan-dari-tengah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 02:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5262</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pandang tamasya jauh ke beberapa tahun silam, saya tersenyum. Saya melihat masa-masa baik, masa-masa yang dipenuhi energi dan pikiran yang tercurah pada daya cipta. Bersama orang-orang yang terinspirasi, kami membentuk, mengajak, bersama-sama mengalirkan spontanitas murni. Seperti saat ini, terasa getir dan membahagiakan sekaligus. Dorongan berkreasi adalah sebuah dorongan ilahiah, yang ditanamkan Tuhan agar mahluk-Nya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam pandang tamasya jauh ke beberapa tahun silam, saya tersenyum. Saya melihat masa-masa baik, masa-masa yang dipenuhi energi dan pikiran yang tercurah pada daya cipta. Bersama orang-orang yang terinspirasi, kami membentuk, mengajak, bersama-sama mengalirkan spontanitas murni. Seperti saat ini, terasa getir dan membahagiakan sekaligus.</p>
<p>Dorongan berkreasi adalah sebuah dorongan ilahiah, yang ditanamkan Tuhan agar mahluk-Nya dapat memanfaatkan framework semesta-Nya. Dan dorongan itu selalu terasa menggilakan, menarik-narik untuk segera ditunaikan. Dorongan murni, dorongan untk mencipta.</p>
<p>Dan saya coba, walau gagap saya mulai mencoba. Dari cara terbodoh yang ada hingga datang &#8216;guru&#8217; yang menerangkan kebodohan saya. Saya mencoba dengan totalitas, hingga menemukan kebenaran.</p>
<p>Mulai dari pengikut sesuatu yang kecil, dan menjadi pemimpin dari yang kecil, menjadi anggota sesuatu yang besar, dan menjadi pemimpin sesuatu yang besar. Walau yang teringat di kepala sebagian besar adalah kegagalan, akan tetapi melihat arah tangga yang saya naiki adalah ke atas, tak dipungkiri rasa bahagia menyelimuti kegagalan-kegagalan di kepala. Tidak sia-sia saya total dalam kegagalan-kegagalan itu.</p>
<p>Terima kasih Tuhan, bahwa engkau telah memberikan momen yang hening ini, di wc, sambil jongkok, diantara kebisingan-kebisingan hidup hamba. Sedetik untuk melihat ke belakang sebagai energi untuk melesat ke depan. Dan saya sadar bahwa babak ini baru saja dimulai, karena saya belum mau mati.</p>
<p>Setelah ini, setelah kaki melangkah keluar dari relung pribadi kedua setelah hati, yaitu wc, saya akan berjuang lagi, seperti biasa, dan akan lebih dari biasanya. Selamat datang hari baru, selamat datang karang-karang baru, hantamlah kebodohan saya, hingga terbuka pencerahan.</p>
<p>Dan ya Tuhan&#8230;&#8230;. Jauh amat itu gayung sama bak-nya&#8230;&#8230;</p>
<p><em>*Pesan sponsor: jangan lupa kunjungi www.goitgoit.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/11/01/5262/pandangan-dari-tengah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semalam Bersamanya</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/10/26/5259/semalam-bersamanya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=semalam-bersamanya</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/10/26/5259/semalam-bersamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 19:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Katarsis Nyenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5259</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini aku bercengkrama dengannya bermuka-muka, mengangkat bergelas-gelas anggur manis melupakan dunia menuruti kehendak sendiri aku tertawa -dia tertawa lebih keras- aku tersenyum -dia menyeringai- &#8220;sobat, sesloki lagi, sebelum matahari benar-benar tinggi&#8221; Sedikit ragu, anggukan kecil jawabku kusulang sloki baru anggur itu pun menggeliat memuncratkan kemanisan tak berperi ruangan penuh desah meja berantakan -basah- dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini<br />
aku bercengkrama dengannya<br />
bermuka-muka, mengangkat<br />
bergelas-gelas anggur manis</p>
<p>melupakan dunia<br />
menuruti kehendak sendiri</p>
<p>aku tertawa<br />
-dia tertawa lebih keras-<br />
aku tersenyum<br />
-dia menyeringai-</p>
<p>&#8220;sobat, sesloki lagi,<br />
sebelum matahari benar-benar tinggi&#8221;</p>
<p>Sedikit ragu,<br />
anggukan kecil jawabku<br />
kusulang sloki baru<br />
anggur itu pun menggeliat<br />
memuncratkan kemanisan tak berperi</p>
<p>ruangan penuh desah<br />
meja berantakan -basah-</p>
<p>dia mundur ke sudut ruang<br />
menatap pergulatan kami<br />
di atas meja bundar<br />
di tengah ruang yang lebar.<br />
Dan tertawa sekeras-kerasnya</p>
<p>Dunia pun gelap</p>
<p>samar-samar dia menyodorkan<br />
kartu nama<br />
&#8220;Tuan Dia Yang Terkutuk&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/10/26/5259/semalam-bersamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ternyata Kamu!</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/10/19/5257/ternyata-kamu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ternyata-kamu</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/10/19/5257/ternyata-kamu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 21:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta Nyenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5257</guid>
		<description><![CDATA[Aku lihat wajahmu dan tersenyum, Ya! Aku kenal kamu! Ya! Itu yang pernah kurindu! senyum yang melaju ringan bagai sampan melayang ringan ke hati Ya! Aku tahu kamu! pada rautmu ada serpihan diriku yang tertinggal ada persatuan yang (ternyata) tak lepas Seperti ada tali tersambung kembali ada kedamaian bahwa disana, ada bagian diriku]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku lihat wajahmu<br />
dan tersenyum,<br />
Ya! Aku kenal kamu!<br />
Ya! Itu yang pernah kurindu!</p>
<p>senyum yang melaju ringan<br />
bagai sampan melayang ringan<br />
ke hati<br />
Ya! Aku tahu kamu!</p>
<p>pada rautmu<br />
ada serpihan diriku yang tertinggal<br />
ada persatuan yang (ternyata) tak lepas</p>
<p>Seperti ada tali tersambung kembali<br />
ada kedamaian<br />
bahwa disana, ada bagian diriku</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/10/19/5257/ternyata-kamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan Mereka Meracau</title>
		<link>http://nyenius.com/2011/10/19/5241/dan-mereka-meracau/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dan-mereka-meracau</link>
		<comments>http://nyenius.com/2011/10/19/5241/dan-mereka-meracau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 21:16:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Subhan Toba</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Katarsis Nyenius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nyenius.com/?p=5241</guid>
		<description><![CDATA[Iblis menyingkapkan roknya sebersit saja dan manusia bergegas menjejalkan jiwanya jauh ke dalam Berlarian di taman hasrat menggoyangkan pohon terlarang mengejar khuldi-khuldi berjatuhan Ya Tuhan, ucapnya Ya Tuhan, ucapnya Dan ya Tuhan mulutnya penuh darah kerat daging mencuat dari bibir tak ada khuldi, mereka memakan dirinya sendiri Iblis tertawa menyingkapkan roknya, lagi dan lagi lapisan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iblis menyingkapkan roknya<br />
sebersit saja<br />
dan manusia bergegas<br />
menjejalkan jiwanya jauh ke dalam</p>
<p>Berlarian di taman hasrat<br />
menggoyangkan pohon terlarang<br />
mengejar khuldi-khuldi berjatuhan</p>
<p>Ya Tuhan,<br />
ucapnya<br />
Ya Tuhan,<br />
ucapnya</p>
<p>Dan ya Tuhan<br />
mulutnya penuh darah<br />
kerat daging mencuat dari bibir<br />
tak ada khuldi,<br />
mereka memakan dirinya sendiri</p>
<p>Iblis tertawa<br />
menyingkapkan roknya, lagi dan lagi<br />
lapisan dibalik lapisan<br />
aurat tergelap dunia makin menggoda</p>
<p>&#8220;walau hanya mata yang tersisa, aku harus kesana!&#8221;</p>
<p>Dan mereka meracau</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
<span style="color: #808080;">Monday, May 16, 2011</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nyenius.com/2011/10/19/5241/dan-mereka-meracau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

